Manding

Manding terletak di Desa Manding, Kelurahan Sabdodadi, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa Manding terletak di di Jl. Parangtritis km 14,5 Bantul Yogyakarta. Manding berjarak 14,5 km dari ibu kota Yogyakarta dan berjarak 5 km dari ibu kota kabupaten Bantul. Manding memiliki 5 RT yaitu RT 4, RT 5, RT 6, RT 7, dan RT 8.

Manding terkenal sebagai sentra produk kulit. Saat ini jumlah pengrajin mencapai 65 orang yang tersebar secara merata di RT 4, RT 5, RT 6, RT 7,dan RT 8. Jumlah pengerajin manding mengalami penurunan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, hal ini disebabkan krisis ekonomi yang melanda pada tahun 1998 dan krisis global pada tahun 2008.

Mata pencaharian masyarakat Manding pada saat ini adalah pengrajin, PNS, wirausaha, tukang kayu, tukang batu, buruh serabutan dan petani. Manding memiliki beberapa fasilitas untuk menunjang kegiatan kemasyarakatan antara lain WC umum, ATM (walaupun sekarang untuk sementara tidak terpakai lagi), Bale desa, UPT ( Unit Pelayanan Terpadu), gedung puskesmas, masjid.

Adat istiadat jawa masih terasa kental di Manding, hal ini ditunjukan dengan pemakaian bahasa jawa kromo dalam percakapan sehari-hari, serta masih dilakukannya upacara adat. Upacara adat yang dilakukan antara lain tukonan, tingkepan, puputan, sunatan, pitung dina, patang puluhe, satuse, setahune. Kesenian jawa juga berkembang dengan baik di manding, hal ini ditunjukan dengan adanya sanggar tari, karawitan, kethoprak, mocopat, wayang kulit dan jatilan.

Manding terdapat beberapa paguyuban yaitu Karya Sejahtera yang diketuai oleh Bapak Sarjimin, GMT (Gabusan Manding Tembi) yang diketuai oleh Bapak Jumakir, Pokdarwis yang diketuai oleh Bapak Mujiman, dan OPPM (Organisasi Pemuda Pemudi Manding) yang diketuai oleh Widarto. Karya Sejahtera merupakan perkumpulan pemilik showroom dan pengrajin di Manding. GMT merupakan organisasi gabungan lintas daerah untuk mengembangkan wilayah Gabusan, Manding, Tembi. Pokdarwis merupakan organisasi yang bergerak di bidang seni dan budaya. OPPM merupakan sebuah wadah untuk kegiatan pemuda dan pemudi Manding.

Produk yang dihasilkan di Manding berupa tas, wadah hp, topi, dompet, figura, box, ikat pinggang, sandal, gantungan kunci, jaket, dan sepatu. Bahan baku yang digunakan antara lain aneka macam kulit (sapi, dan kambing), daun pandan, vinnyl, lidi, enceng gondok, serat alami, dan kulit kayu. Saat ini manding belum ada penyamakan kulit sehingga bahan baku kulit harus diambil dari luar manding. Harga kulit sekarang ini sangatlah mahal karena mengikuti kurs dollar dan terkena biaya transport. Oleh karena itu banyak pengrajin manding yang beralih ke bahan-bahan alami.

Pada saat ini produk manding ditopang oleh produk dari luar manding, sehingga kualitas barang yang dijual di manding sangatlah kurang dibandingkan dengan produk asli manding. Hal ini bertujuan untuk menekan ongkos produksi yang semakin membengkak. Produk asli manding pada umumnya dihasilkan untuk memenuhi pesanan dari konsumen.

Pasar dari produk manding telah menembus pasar internasional dan nasional, untuk pasar internasional telah menembus Amerika Serikat, Eropa dan Asia. Sebagian besar produk manding dikirim ke bali, produk yang dikirm ke bali antara lain tas, box, tempat biola.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: